Rabu, 29 Juni 2011

13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

  • Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.
Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”
  • Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.
Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.
  • Ketiga, Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.
Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.
  • Keempat, Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.
Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.
  • Kelima, Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).
  • Keenam, Pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.
  • Ketujuh, Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.
Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
  • Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.
Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.
  • Kesembilan, Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.
  • Kesepuluh, Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.
Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.
  • Kesebelas, Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.
  • Keduabelas, Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.
Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.
  • Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam

Rabu, 22 Juni 2011

Status lucu untuk Facebook dan Twitter


    Mengingat sangat banyak sekali peminat yang menanyakan apakah ada lagi status facebook lucu akhirnya saya berjelajah lagi di internet dan menemukan beberapa status lucu yang mungkin bisa anda pakai atau modifikasi sendiri untuk membuat status facebook maupun twitter anda. Yang namanya bersosial apalagi sosial networking pasti sangat di butuhkan hiburan, salah satunya yaitu dengan menuliskan status keren ataupun status facebook lucu. coba deh anda lihat banyak orang di facebook atau twitternya pasti menuliskan status yang aneh, menarik perhatian orang dan membuat kita ingin berkomentar.Ok.. berikut ini adalah beberapa status facebook yang saya ambil langsung dari sumber facebook sendiri, jadi bukan karangan saya sendiri yang mengada2 untuk membuat status facebook keren dan lucu, tapi memang status orang di facebook yang saya copy ke blog ini supaya anda terinspirasi sendiri untuk membuat status FB:
Roy Suryo gak bisa berkomentar tentang foto Gayus di Bali karena di dalam foto itu Gayus terlihat memakai baju. Lain halnya jika Gayus telanjang….
Obama berkunjung ke Indonesia tidak lebih dari 24 jam, karena takut klo lebih dari 1×24jam harus lapor RT setempat.
“kita lahir bareng,seneng bareng,susah bareng,tapi kenapa kamu mati duluan..??”tanya kakek2 sambil melihat kedalam sarung.
St 12 punya “ISABELLA”,9 band punya “HAFIZAH”,Five minutes pnya “AISYAH”Irwansyah punya “CAMELIA” Kangen band pny “YOLANDA”…Tpi cuma Wali yg lagi sibuk “CARI JODOH”
SBY kesulitan menentukan Calon Ketua KPK, krna nama calon2nya unik,biladisingkat: Satriyo Panji Budi Utomo (SPBU), Kartiko Darma Rahmat Triaji(KDRT), Narto Komar Baharudin (Narkoba), Budi Burhanudin Ahmad Yamin(Bubur Ayam), Citro Lukman Bahar (Ci Luk Ba). Hamzah Hamdani Hasibuan…(Ha Ha Ha)
cuma mau bilang. Jgn KAWIN ama orang TELKOM, tiap 3 menit putus. Apalagi ama DOKTER GIGI abis digoyang langsung dicabut. Mendingan ama GURU, kurang jelas di ulang sampe PUAS….!!
Seorang nenek yang sedang puasa, tiba-tibasakit kepala. Nenek itu pun langsung minumobat bodrex.. Cucunya bertanya “nenek kan lagi puasa, kenapa nenek minum…obat?”Jawab si nenek : “itulah oke nya bodrex, bisadiminum kapan saja…”
Cukup sampai disini dulu update status facebook lucu dari ngajari, semoga lain kali bisa update lagi untuk melengkapi koleksi status lucu..

Daftar Akun Facebook FB Artis Indonesia –



Banyak orang yang penasaran dan ingin berteman dengan artis, salah satunya melalui jejaring sosial facebook. Mereka tak segan mencari akun facebook artis indonesia di mesin pencari google, tak jarang pula yang langsung mencari di pencarian facebook. Kelemahan dalam pencarian facebook untuk nama artis indonesia adalah banyaknya orang yang iseng membuat akun facebook dengan nama artis, jadi kita kesulitan mana akun facebook asli artis atau hanya paslu.
Berikut ini saya berikan beberapa daftar akun facebook artis indonesia yang sering di cari oleh kebanyakan orang, anda bisa langsung menambahkan akun fb artis yang saya berikan sebagai teman di profil facebook anda. Jika anda belum mempunyai facebook anda bisa langsung membuat akun baru, siapa tahu bisa berbagi status lucu FB bersama artis hehehe… Ok berikut adalah beberapa profil fcebook artis indonesia yang saya janjikan:
Facebook Agnes Monica >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=765189259′
Facebook Alyssa Soebandono >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=642081628′
Facebook Asmirandah >> ‘http://facebook.com/people/Asmirandah-Zantman/1490345588′
Facebook Ayudia Bing Slamet >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=751676686′
Facebook Ayushita >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=613963189′
Facebook Bunga Citra Lestari >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=619273304′
Facebook Bunga zainal >> ‘http://facebook.com/people/Bunga-Zainal/1332142244′
Facebook Chelsea olivia >> ‘http://facebook.com/people/Chelsea-Olivia-Penn/507041613′
Facebook Dian Sastrowardoyo >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=587498176′
Facebook Dinda Kanyadewi >> ‘http://facebook.com/people/Dinda-Kanya-Dewi/1183430768′
Facebook Eva Celia Lesmana >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=715888533′
Facebook VJ Franda >> ‘http://www.facebook.com/pages/VJ-Franda/30488157661′
Facebook Georgina >> ‘http://facebook.com/people/Georgina-Vinata/1662452939′
Facebook Gita Gutawa >> ‘http://facebook.com/pages/Gita-Gutawa/10107648103′
Facebook Gita Sinaga >> ‘http://facebook.com/people/Gita-Sinaga/1178175535′
Facebook Jessica Iskandar >> ‘http://facebook.com/people/Jessica-Iskandar/1523965416′
Facebook Joanna Alexandra >> ‘http://facebook.com/people/Joanna_Alexandra/506048774′
Facebook Kaditha Ayu >> ‘http://facebook.com/people/Kaditha_Ayu/1270870882′
Facebook Kiki Amalia >> ‘http://facebook.com/people/Kiki-Amalia/1662964200′
Facebook Laudya Cynthia Bella >> ‘http://facebook.com/profile.php?id=614577659′
Facebook Luna Maya >> ‘http://facebook.com/people/Luna-Maya/1662947583′

Tips Memutihkan Kuku –

    Kalau anda adalah seorang cewek yang ingin terlihat selalu cantik dan rapi ada baiknya membaca artikel saya tentang tips memutihkan kuku ini, Untuk selalu tampil memang semua bagian tubuh sekecil apapun harus di perhatikan, jadi kurang menarik kan kalau wajah sudah bersih, kulit sudah mulus tapi ternyata kukunya masih hitam dan kotor. Untuk memutihkan kuku sebnarnya tidaklah sulit, tapi kadang jusru orang salah dalam melakukan trik memutihkan kuku.
Untuk memutihkan kuku dapat dilakukan dengan merendam kuku dalam air hangat yang dicampur dengan perasan air jeruk nipis. Rendam tangan atau kaki selama kurang lebih 15 menit. Air hangar dapat membuat kulit di sekitar kuku menjadi lunak sehingga mudah untuk dibersihkan, khususnya pada daerah pinggir kuku yang sering dimasuki kotoran. Jangan sekali-sekali menggosol bagian luar kuku dengan benda dengan tujuan agar kuku terlihat putih bersih, cara itu hanya akan merusak lapisak kuku di jari anda.
Perlu diingat juga bahwa jangan sampai kuku anda dalam ukuran yang terlalu panjang. Kuku yang terlalu panjang terkesan tidak terawat dan tidak rapi. Kuku yang panjang juga memudahkan masuknya kotoran dan kuman-kuman penyakit yang bisa saja masuk ke dalam tubuh pada saat kita makan. Tetapi, jangan pula memotong kuku terlalu pendek yang dapat menyebabkan luka. Hal yang terpenting untuk menjaga agar kuku anda tetap putih terawat adalah dengan rajin membersihkan kotoran yang menempel pada sela2 kuku anda.

Selasa, 21 Juni 2011

Pasambahan Penjemputan Pengantin Pria (dilangsungkan di atas rumah)

Jamuan Makan

Percakapan yang sering dilakukan pada saat penyambutan kedatangan marahpulai sering dibawakan dengan bahasa yang sebenarnya tidak mudah dipahami. Akan tetapi karena menyangkut upacara dan prosesi adat, maka pihak keluarga anak daro dalam melakukan penyambutan akan diwakili oleh wakil yang terbiasa memimpin upacara adat. Ikutilah percakapan yang terjadi pada saat penerimaan kedatangan marahpulai.

Sutan Parmato : (juru bicara pihak keluarga anak daro berdiri sambil mengangkat sembah). : ” Ma angku Bagindo Aconk Chanie ? Sambah tibo ka haribaan angku !
Aconk Chanie : (juru bicara pihak keluarga marapulai berdiri juga sambil mengangkat sembah). : ” Manitahlah angku Sutan Permato.
Sutan Parmato : “ Sungguahpun angku surang – tampek ambo manibokan sambah – nan sarapeknyolah niniak mamak nan gadang basa batuah – alim ulama cadiak pandai – suluah bendang dalam nagari langkok jo Bundo Kanduang – amban puro limpapaeh rumah nan gadang – sarato nan mudo-mudo – nan capek kakiringan tangan – parik paga dalam nagari Ketek indak disabuik namo – Gadang indak diimbaukan gala – nak jo sambah sajo kasadonyo – kami muliakan…(Kembali mengangkat Sembah dan melanjutkan lagi kata-katanya).
” Apo nan manjadi isi pasambahan – iolah tantangan kami alek nan tibo – Nan sabondong lalu – satampuah suruik – sasuai jo janji nan dikarang – sarato padan nan lah diukue – iolah tibo kami disiko – Kok datang alah basambuik – kok tibo alah basonsong – lah dibao naiak kateh rumah – kok duduaklah bakambangkan lapiak – alah kami balapeh angah.Baa nan sakarang kini nangko – Kok dirantang namuah panjang – Elok dipunta naknyo singkek – Batanyo kami ka sipangka – Kok ado nan taraso diati – nan ta ilan dimato – alahko buliah dikatangahkan ?
Bagindo Aconk Chanie: “  Alah sampai di angku Parmato ?
Sutan Parmato :  “Alah, Bgindo!
Bagindo Aconk Chanie : ” Apo nan manjadi panitahan dek angku Sutan Parmato tadi – alah dalam adaik dalam pusako – alah taracak diundang alah tasungkuik di limbago – Ibaraik urang batukang – alah dibarih makan pahek – alah dirasuak manjariau – Tapi samatang pun baitu – iyo juo bak pangaja urang tuo-tuo kito – Jikok babiduak banakodo – Jikok bajalan banan tuo – Nak ambo elo kato jo mupakaik – mancari rundiang nan saangguak – Basaba malah angku mananti !
Sutan Parmato : “ yo ambo nanti malah
Bagindo Aconk : (menunjukkan sembah kepada ninik mamak rumah : Dt. Batuah)
” Ma angku Datuak Batuah? sambah tibo kaharibaan angku datuak !
Bagindo Aconk : ” Tantangan rundiang alek nan tibo indaklah raso kadiulang – Kok bisiak lah kadangaran – kok imbau lah samo kalampauan – Baa di kito kini nangko – kok kato alun bajawek – kok gayuang alun basambuik – iyo nak mintak sipaik bakeh angku Datuak – Baa po dikito pambarinyo ? Baa nyo kalau angku datuk menyampaikan”.
Dt. Batuah : ” Apo nan manjadi panitahan dek Bagindo tadi – iyolah kato sabananyo – adaik tanyo iyo bajawek – adaik gayuang iyo basambuik – Tantang jawek bakeh si alek – jalan nan pasa kito turuik – labuah nan golong kito tampuah – Jikok batanyo lapeh arak jikok barundiang sudah makan – Pulang maklum bakeh Bagindo !
Bagindo Aconk : ” Baa nyo kalau angku Datuak nan manyampaikan…?
Datuak Batuah : “  Karano Sutan nan manabang – eloklah Sutan juo nan manutuah!
Bagindo Aconk :  ” Jadi malah angku. (Lalu menunjukkan sembah kembali kepada St. Parmato)
” Ma angku Sutan Parmato? Maaf dimintak sapuluah jari – karano lah rasah angku tagak mananti – maklumlah bajalan indak sadang salangkah – jalan babelok bakeh lalu – Baa nan kini nanko – manjawek tanyo angku tadi – lah kami cari rundiang nan saangguak – sarato kato nan sagumam – kok bulek lah buliah digolongkan – picaklah buliah dilayangkan – iyo jalan nan pasa juo nan batampuah – labuah nan golong juo kito turuik – Jikok batanyo lapeh arak – jikok barundiang sudah makan – Sakitu sambah bakeh Sutan!
Sutan Parmato : “ Kalau baitu putusan kato – tingga dikami manjalani – Bismillahkan lah diangku disitu – nak kami turuikkan pulo di siko !
(Acara “sambah Manyambah” terhenti sejenak untuk menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Setelah acara santap hidangan selesai dilaksanakan, maka acara samabah menyembah kembali berlanjut yang tujuan adalah undur pamit kepada Tuan rumah.
Selaku Pembawa acara – Sutan Parmato kembali mengangkat sembah.
Sutan Parmato : ” Ma angku Bgindo Aconk ? Sambah tibo kaharibaan angku…!
Bagindo Aconk : “ Manitahlah angku Sutan Parmato.
Sutan Parmato : ” Kok makan iyolah sampai kanan kanyang – Kok minum iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takana di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…?
Sutan Sinaro : ” Katangahkanlah angku Sutan Parmato“.
Sutan Parmato : ” Kok makan iyolah tibo dinan sajuak – Manjapuik kato nan tingga – Maulang rundiang nan tadi – Kok ado nan tailan dimato – nan takano di ati – alah koh kini buliah kami katangahkan…?
Bagindo Aconk : “  Dahalu bakapa rang ka Makah – kini lah tabang jo pasawek – Dahulu kato baistinah – kiniko kato basicapek – Disabuik sajo nan paralu – Iyolah tantangan kami nangko – nan sabondong lalu satampuah suruik – namonyo urang tasarayo – tasuruah dek angku…(sebutkan nama, suku dan kampung ayah calon pengantin wanita) – ” Datang kamari basamo-samo – untuak manjapuik marapulai – calon rang sumando jo minantu kami nan banamo…. …. (sebutkan nama calon pengantin pria) anak dari ….……. (sebutkan nama ayahnya serta suku dan kampungnya)
” Kok datang kami datang batadaik – ditingkek janjang – ditampiak bandua – langkok jo siriah bacarano – Kok japuik kami japuik tabao – sarato jo urang nan kamairingkan…!
” Awak baralek yo baabih ari – tapi pangulu yo baukatu -
” Karano itu pintak indak kabaulang – kandak indak kamanduo – Tarimolah baju pambaokan kami – nak mintak dipakaikan kapado rang sumando kami…!
Demikianlah, percakapan kedua belah pihak, akan terputus sementara sambil mempersilakan para tamu makan atau minum segelas air dan mencicipi kue-kue yang telah disediakan. Setelah selesai acara santap atau makan kue-kue kecil ini, barulah juru bicara pihak rombongan yang datang kembali mengangkat sembah, mengulangi kembali pertanyaan yang tertunda tadi.
Setelah jurubicara tuan rumah menyatakan bahwa rundingan sudah bisa dilanjutkan, maka barulah jurubicara pihak kelaurga marah pulai secara terperinci mengemukakan maksud kedatangan rombongan melalui alur persembahannya.
Pokok-pokok isinya persembanhan harus memenuhi ketentuan-ketentuan adat menjemput marapulai sbb :
1.     Menyatakan bahwa mereka itu merupakan utusan resmi mewakili pihak keluarga calon pengantin wanita.
2.     Bahwa mereka datang secara adat. Maningkek janjang manapiak bandua dengan membawa sirih dalam carano.
3.     Bahwa tujuan mereka adalah untuk menjemput marapulai (sebutkan namanya dan nama orang tuanya dengan jelas).
4.     Menegaskan bahwa jemput itu jemput terbawa, sekalian dengan keluarga yang akan mengiringkan.
Kalimat-kalimat dalam alur persembahan bisa bervariasi panjang dengan menyebut dan membeberkan kembali sejarah kelahiran seorang anak sampai dewasa dan sampai berumah tangga atau mengulang-ulang tambo sejarah ninik moyang orang Minang mulai dari puncak Gunung Merapi sampai ke laut yang sedidih dsb. Tetapi itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan inti maksud kedatangan rombongan, kecuali hanya untuk memamerkan keahlian si tukang sembah.
Sedangkan yang pokok menurut adat untuk disebut adalah yang berhubungan dengan empat ketentuan di atas. Setelah keempat maksud itu disampaikan, dan diterima oleh jurubicara tuan rumah maka barulah seperangkat pakaian yang dibawa oleh rombongan penjemput diserahkan kepada tuan rumah untuk bisa segera dipakaikan kepada marapulai. Sambil menunggu marapulai berpakaian, barulah dilanjutkan lagi acara dengan alur persembahan menanyakan gelar marapulai. Setelah selesai acara sambah-manyambah ini, dan setelah selesai marapulai didandani dan dikenakan busana yang dibawa oleh keluarga anak daro, maka sebelum rombongan termasuk rombongan keluarga yang laki-laki berangkat bersama-sama menuju rumah kediaman anak daro, haruslah marapulai memohon doa restu terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya dan kepada keluarga-keluarganya yang tua-tua dan yang pantas untuk dihormati dalam kaumnya.
Oleh karena anak laki-laki di dalam kekerabatan Minang kalau sudah beristeri biasanya akan tinggal di rumah isterinya, maka sering juga anak laki-laki yang akan kawin itu disebut akan menjadi “anak orang lain”. Sehingga peristiwa permohonan doa restu ketika akan berangkat nikah,  seringkali menjadi sangat mengharukan, dimana yang dilepas dan yang melepas saling bertangis-tangisan. Lazimnya dalam acara menjemput marapulai ini, pihak keluarga anak daro juga membawa dua orang wanita muda yang baru berumah tangga untuk dijadikan pasumandan yang mengiringkan dan mengapit marapulai mulai turun rumahnya sampai disandingkan di pelaminan setelah akad nikah. Pasumandan ini juga didandani dengan baju kurung khusus dan kepalanya dihiasi dengan sunting rendah.
(Sumber : Tata Cara Pelaksanaan Adat Minangkabau)

SALAM JO SAMBAH KAMI

Kapado niniak mamak yang gadang basa batuah, pucuak bulek jo urek tunggang, nan gadang diajuang tinggi diamba gadang. Kapai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito. Nan bak umpamo kayo gadang di tangah koto. Urek nanbuliah tampek baselo, batang gadang tampek basanda. Dahan kuek buliah bagantuang, daun rimbun buliah balinduang, buah labek dapek dimakan. Tampek balinduang kapanehan, tampek bataduah kahujanan. nan bakato bana. Aia janiah sayaknyo landai, ikan jinak hukumnyo adia.
Kaampek suku dinagari, nan manjunjuang sako adaik, bilo maulana jo tuangku, nan tahu dihalal jo nan haram, sarato sah jo nan batua, suluah dendang adat limbago. Hulu balang jo ampang limo, jo manti pagawai adat, nan bak umpamo pagaran kokoh. Cadiak jo tahu pandai, nan arief bijaksano, tahu diangin nan basuruik, tahu diombak nan basambuang, sarato dahan kamaimpok, runciang kamancucuak, tahu dialamaik kato sampai, alun bakilek lah bakalam, takilek ikan dalam aia, ikan takilek jalo tibo, tantu jantan batinonyo.
Nan mudo pambimbiang dunia, nan capek kaki ringan tangan, capek kaki indak panaruang, capek tangan indak mamacah, aso tarantang duo sudah, nan bahati suci bamungko janiah, nan tahu dimalu jo sopan, sarato raso jo pareso, ancang ancang dalam nagari. Sarato kapado bundo kanduang, limpapeh rumah nan gadang, sumarak dalam nagari hiasan dalam kampuang, nan gadang basa batuah, kaundang-undang ka Madinah, kapayuang panji kasarugo.
Sarato jo urang banyak, nan tidak baimbau namo sarato basabuik gala, nan dilingkuang barieh jo balabeh, didalam cupak jo gantang, dikanduang adat jo pusako. Ujuik tujuan buah rundiang, sakiro paham dikahandaki, bahubuang jo maso nan ditampuah, musim nan tumbuah iko kini, syariatnyo ado bahakikat, Lahia kulik manganduang isi. Lahiah manjadi buah ama, dek enggeran sako nan tatagak, Koto aman alam santoso, salamaik korong jo kampuang, nak aman anak kamanakan. Dunia buliah akhirat dapek, sinan mardeko mangkonyo panuah. curai jo paparan, bukan mahunjuak maajai. Hanyo sakadar calak calak ganti asah. Kok salah mintak dibatua kan, kok panjang mintak dikarek, senteng mintak dibilai, kok kurang mintak ditukuak. Karano ulemu di Tuhan tasimpanyo. Kito nan bukan cadiak pandai.

Orang Minang

M Dzakie ASR

Saya sebagai orang minang ? :
Etnis minangkabau dikenal sebagai etnik yang menjunjung tinggi paham egalitarian. Suatu paham persamaan kedudukan dan status sosial di dalam masyarakat. Meskipun didalam kehidupan masyarakat berlapis karena adanya pengaruh birokrasi, namun kehidupan birokrat tidak pernah hidup di Ranah Minang. Kita melihat bagaimana egaliternya suasana di perkantoran Pemerintahan di Sumbar. Seorang Kepala kantor dalam suatu Unit kerja di Pemerintahan tidak akan merasa lebih tinggi dengan para eselon dibawahnya. Demikian juga pada strata yang paling bawah semisal sopir, tidak pernah merasa menjadi pengemudi dalam artian sebenarnya – melainkan lebih menunjukkan diri sebagai teman seperjalanan. Bukan ada pepatah adat  yang menyatakan ” duduak samo randah, tagak samo tinggi.
Untuk memahami jati diri minangkabau,  di sinilah letak kelebihan orang Minang, sebagaimana dibuktikan, umpamanya, oleh Haji Abdul Karim Amrullah yang konsisten, yang tidak mau melalukan saikere, sekalipun di muka para petinggi militer(isme) Jepang. Demikian juga puteranya yang dikenal dengan panggilan BUYA HAMKA, melepaskan jabatannya sebagai Ketua MUI – ketika tidak ingin akidah islam menyepakati perayaan NATAL yang dirayakan oleh umat Nasrani.
Demikian juga keberanian seorang H. Agus Salim didepan Sidang Umum PBB pada pasca Kemerdekaan RI, demi tuntutan persamaan kedudukan dan kesejaran negara Indonesia berhadapan dengan negara-negara didunia. Ia dikenal debagai singa podium.
Akan tetapi selain keunggulan orang minang yang berpaham egaliter itu,  kita tidak bisa memungkiri bahwa ada ekses yang menyebabkan orang minang ini memiliki kelamahannya. Menjadi b angga dengan eforia masa lalu para tokoh-tokoh minang yang pernah mentas.
Pada akhir-akhir ini terasa bahwa pandangan orang minang yang sukses dimasa lalu itu – tidak tanpak lagi – bahkan kita melihat bahwa orang minang bisa melaju apabila ia sendiri yang mengayuh sampannya untuk menuju pulau impiannya. Jika kita amati lebih dalam – acap kali kita menemukan saudara kita itu, baik yang berada di kampung halamannya maupun yang tengah merantau – menjalani kehidupan yang sudah tidak sesuai dengan budaya dan tradisi yang dianutnya. Bagaimana ia menegakkan kepalanya agar ia bangkit – terkadang melampaui batas kewajaran yang diajar oleh adat dan budayanya.
Saya tidak akan menunjuk orang lain, dalam memahami jati diri orang minang yang melenceng dari tatanan adat pada umumnya, namun saya akan mengumpamakan diri saya sebagai orang minang tersebut ( meskipun saya besar dirantau), bahwa :
1.    Sebagai orang minang – saya menganut  paham egaliter didalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. Sikap saya ini tidak perlu dipermasalahkan karena budaya saya mengajarkan dalam pepatah yang berbunyi : “ duduk sama rendah – berdiri sama tinggi. Dalam kenyataan didunia kerja saya yang birokrasi, maka hubungan atasan dan bawahan hanya berlaku pada jam kedinasan belaka. Saya paling tidak suka pengidolaan seseorang, karena budaya saya tidak mengenal pendewaan dan feodalisme.
2.     Saya orangnya terbuka – tidak perlu ada dusta diantara kita – padahal dialam birokrasi dusta diantara kita itu mesti dilakukan demi melaksanakan tugas kantor yang kadang-kadang seret dananya.
3.     Saya sangat menjunjung tinggi martabat dan harga diri saya – karena bukankah saya berasal dari keturunan dari Iskandar Zulkarnain – kisah yang ada pada tambo – tambo yang hingga saat ini masih diperbincangkan. Selain itu karena saya menganggap budaya saya lebih tinggi dari etnis lain. Bahkan dalam menjunjung tinggi martabat itu saya diajarkan dalam pepatah minang yang berbunyi : ” Jika hendak mulia – harus suka memberi, jika ingin ternama (terkenal) dirikan kemenangan, jika mau pandai rajin berguru, jika ingin kaya harus kuat berusaha”
Bunyi pepatah ini merupakan suatu prestasi yang mesti saya raih dan saya capai. Barangkali inilah yang menjadi visi dan misi saya sebagai orang minang.
Akibatnya nilai yang dicapai pada suatu persaingan itu adalah melawan dunia orang. Yaitu bila orang mampu tentu kita mampu pula. Sebaliknya bila kita mampu tentu orang lain mampu pula.
4.      Saya selalu bisa bekerja alias sama sama bekerja tapi.., jika ingin bekerja sama.. tunggu dulu..!!. Saya harus melihat kapsitas dan kapabilitas orang itu dulu. Hidup saya selalu ingin nilai orang lain….!!! Karena bukankah saya juga punya target – target yang mesti bisa saya realisasikan demi sebuah pepatah yang berbunyi : “ jika ingin mulia bertabur urai – jika ingin ternama (terkenal) dirikan kemenangan. “
Banyak yang ingin saya ungkapkan apa – siapa dan bagaimana diri saya sebagai orang minangkabau. Akibatnya  sifat saya adalah menjadi egois – kurang mempercayai orang lain.
Bahkan terkadang saya mentertawakan diri saya ini – bahwa sesungguhnya saya bagai seekor “ jerapah “ yang anggukannya melebihi tinggi badannya… Sementara pada etnis lain – angguaknyo angguak balam.  Padahal orang jipun saja yang sudah mendunia berkat kekuatan ekonominya masih membudayakan anggukan yang santun. Nah bagaimana dengan saya….? Coba Anda menelaah diri saya. Ketika saya menyapa Anda pastikan  saya bukan menganggukkan kepala kebawah melainkan keatas. Cobalah praktekkan cara saya itu…
5.     Saya selalu mengharga diri melebihi ukuran kemampuan saya. Sehingga untuk menutupi defisit harga diri saya itu, maka jadilah saya tukang pencemooh – jika tidak dikatakan kita suka menghujat orang lain.
Bagimana pendapat Anda dengan ulasan saya ini….????  Inilah  contoh pada diri saya …..??!!